SAH Jadi Penjabat Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo: Kita Harus Belajar dari Masyarakat Merauke!

Bagikan ke Media Sosial kamu

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Apolo Safanpo akhirnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan setelah dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Jumat (11/11/2022) pagi tadi.

Sepekan sebelum pelantikan, Tribun-Papua.com sempat melakukan wawancara dengan sang Rektor Universitas tersebut terkait wacana dirinya bakal mendapat jabatan baru.

Namun, Apolo tidak gegabah dalam menjawab pertanyaan, malah dirinya mengatakan masih menunggu keputusan dari Presiden Jokowi soal siapa yang bakal menjadi Penjabat Gubernur DOB.

Tekait apabila dirinya terpilih sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan, Safanpo kembali menegaskan bahwa dirinya tetap masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat.

“Penetapan penjabat kepala daerah adalah kewenangan pemerintah, siapa saja yang akan ditetapkan oleh pemerintah, harus kita hormati, kita terima, dan kita dukung,” kata Apolo, Jumat (4/11/2022) malam melalui gawainya.

Kini dirinya telah resmi sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan. Lantas apa langkah selanjutnya?

Apolo mengaku harus lebih banyak belajar dari masyarakat setempat untuk kemajuan Provinsi Papua Selatan.

“Untuk kondisi di Merauke pasti orang di Merauke yang lebih paham. Kita harus belajar dari mereka,” pungkasnya.

Tanggal Cantik Pelantikan

Tiga provinsi baru atau Daerah Otonom Baru (DOB) Papua akhirnya diresmikan Mendagri Tito Karanavian, di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Tiga DOB Papua itu; Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam momen ini, Mendagri sekaligus melantik tiga penjabat (Pj) gubernur pada tiga provinsi baru DOB Papua tersebut.

Dalam pidatonya, Tito mengatakan ada keunikan tanggal peresmian dan pelantikan hari ini.

Awalnya, Tito menjelaskan pilihan waktu persemian DOB Papua merupakan usulan dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo.

“Memang secara kebetulan dan berkat yang maha kuasa, karena kesibukan di minggu awal G20. Sehingga kami sampaikan kepada bapak presiden, kepada staf pelantikan dan peresmian provinsi ini dilaksanakan pada hari Jumat,” ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022).

“Tapi saya tidak mencari tanggalnya, Pak Wamen yang sampaikan bahwa tanggalnya bagus tanggal 11, bulan 11, tahun 2022, menghafalnya mudah,” tambahnya.

Menariknya, tambah Tito, ada kesesuaian angka yang terdapat pada Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dengan tanggal peresemian DOB Papua pada hari ini.

“Tapi lebih dari itu sebenarnya ada juga yang menarik, karena kita tahu UU Otsus Papua yang pertama itu 2001, itu nomor 21 tahun 2001, ini angka dua dan satu juga. Kemudian ini revisi UU otsus-nya, UU nomor 2 tahun 2021, angka 2 dan satu lagi,” ucapnya.

Profil Apolo Safanpo

Apolo Safanpo lahir pada 24 April 1975.

Apolo Safanpo merupakan Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua.

Sebelum dilantik menjadi Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan.

Dilansir laman resmi Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo menjadi Rektor Uncen sejak 2017 hingga 2021.

Apolo Safanpo kembali terpilih menjadi rektor Uncen untuk periode 2021-2025.

Apolo meraih gelar S1 Jurusan Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 1999.

Apolo Safanpo melanjutkan pendidikan S2 di ITS Surabaya, dan lulus tahun 2002.

Ia kemudian menempuh pendidikan S3 (Doktor) di Universitas Diponegoro Semarang, dan lulus pada 2016.

Sebelum menjadi rektor, Apolo Safanpo menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik (FT) Uncen pada 2012-2017.

Pada 2003-2005, Apolo sempat menjadi ketua jurusan Teknik Sipil FT Uncen.

Dirinya juga pernah menjadi Pembantu Dekan III FT Uncen pada 2005-2012.

Apolo Safanpo ditunjuk sebagai tenaga ahli DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada 2004-2009.

Pada waktu yang sama, Apolo juga ditunjuk sebagai Tim Teknis AMDAL Bapedalda Provinsi Papua.

Pada 2013-2014, ia menjadi anggota Tim Asistensi Rancangan Undang-undang (RUU) Otsus Daerah, Provinsi Papua, di Jayapura.

Kemudian, pada 2016, Apolo ditunjuk menjadi Sekretaris Panitia Seleksi Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).

Kala itu, dirinya masih mengemban tugas sebagai Staf Ahli Komisi IV DPR Papua periode 2014-2017.

Apolo Safanpo juga pernah menjadi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Papua dan Papua Barat.

Setelah masa jabatannya sebagai Rektor Universitas Cendrawasih berakhir pada 2021, Apolo maju kembali untuk periode 2021-2025.

Apolo Safanpo berhasil mengantongi suara terbanyak di antara tiga calon rektor lainnya. (*)

Editor: Roy Ratumakin

Sumber: papua.tribun.com


Bagikan ke Media Sosial kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *